SLEMAN - Anggota TNI asal Sumatera Selatan, Sertu Santoso (31), yang bertugas sebagai anggota Korps Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura, Jawa Tengah, tewas. Dia dikeroyok sekelompok orang saat berada di Hugo’s Cafe, tempat dugem yang mengatu dengan Hotel Sheraton di Jl Laksda Adi Sutjipto, Maguwoharjo, Depok.
Korban Santoso, tentara kelahiran Palembang, 12 Januari 1982 itu, ditikam pada dada kiri oleh salah seorang pengunjung kafe, setelah dikeroyok oleh sedikitnya tujuh orang. Korban tewas dalam perjalanan ke rumah sakit.
Kisruh tak hanya terjadi di dalam kafe. Kapolres Sleman AKBP Hery Sutrisman mengungkapkan bahwa pertikaian antarpengunjung juga terjadi di area parkir. Dua orang mengalami luka bacok pada bagian kepala dan tangan. Tak hanya itu, di kawasan Babarsari juga terjadi pertikaian lain. Dua korban mengalami luka bacok. “Ada lima korban, satu di antaranya tewas dalam kejadian semalam,” bebernya.
Kendati begitu, Hery mengaku belum bisa memastikan keterkaitan antara tiga kasus pembacokan tersebut. Para pelaku kekerasan juga belum bisa dipastikan dari kelompok mana. “Itu tiga kejadian berdasarkan rangkaian waktu. Soal keterkaitannya masih dalam penyelidikan,” imbuh perwira menengah Polri itu.
Tak lebih satu jam setelah kejadian, polisi berhasil membekuk salah seorang terduga tersangka di lokasi kejadian. Menurut Kapolres, terduga berinisial DS (38), melakukan perlawanan saat disergap tim reserse.
Hingga petang kemarin, polisi mengamankan tiga terduga tersangka lain. Yakni AI, dan YJM. YJM adalah pecatan Polri yang pernah bertugas di Polresta Jogja, atas kasus penyalahgunaan narkoba. YJM diciduk di kawasan Lempuyangan, Kota Jogja. Dua lainnya diringkus di Maguwoharjo, Depok dan Mergangsan, Kota Jogja.
Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Pol Kris Erlangga Aji Wijaya mengatakan kejadian itu bermula saat korban sedang duduk di salah satu kursi kafe. Lalu, dia dihampiri empat pelaku. Saat itu DS menikam korban menggunakan pisau. Setelah tersungkur, kepala korban dipukul dengan botol. “Mengenai motif masih kami dalami, belum bisa disimpulkan,” jelasnya.
Pengusutan kasus tersebut, tim Polda DIJ berkoordinasi dengan para perwira TNI. Dari Kodim 0732 Sleman dan Korem 072/Pamungkas. Pertemuan tertutup para perwira dilakukan di mapolda siang kemarin. Pertemuan tersebut guna mencegah terjadinya chaos antarinstitusi. Menurut Kris, TNI siap mem-back up penyelidikan kasus.
Sebelumnya, kasus pembunuhan di lingkungan Hugo’s Cafe terjadi pada akhir Desember 2012. Korban Aditya Bisma, mahasiswa asal Bali. Korban tewas setelah kepalanya dipukul menggunakan tiang pembatas rambu oleh pelaku. Kasus penusukan hingga korban tewas juga pernah terjadi di area parkir Liquid Cafe di Jalan Magelang.
Pascakejadian tersebut, Kapolda Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) Brigjen Pol Sabar Rahardjo langsung menginstruksikan Direktur Intelijen Kombes Pol Sunarto menutup Hugo’s Cafe. Kebijakan itu keluar karena Hugo’s dinilai tak bisa menciptakan suasana kondusif.
“Ini sudah yang kedua kali terjadi di Hugo’s. Saya perintahkan Dir-intel mencabut izinnya,” tegas Kapolda di sela peresmian pos Sabhara Kronggahan, kemarin (19/3). Kombes Pol Sunarto menyatakan telah mencabut sementara izin operasional Hugo’s Cafe. Itu guna menciptakan suasana kondusif selama proses penyelidikan.
Bupati Sleman Sri Purnomo menyatakan sepakat dengan instruksi Kapolda DIJ untuk menutup tempat-tempat hiburan malam. Yang tak mampu menciptakan suasana aman bagi pengunjung. “Kami setuju kebijakan Kapolda,” katanya.
Namun tak seperti tindakan Dir-intel, Sri mengaku tak bisa serta merta mencabut izin Hugo’s Cafe. “Nanti kami lihat dulu izinnya menjadi kewenangan siapa,” lanjut Sri. Kendati begitu, bupati berjanji mengevaluasi semua perizinan tempat hiburan malam yang dikeluarkan Pemkab Sleman. Khususnya di titik-titik rawan keributan dan kejahatan |